Di tengah carut-marut ini, peran perwakilan PMII Kepulauan Riau di tingkat Pengurus Besar (PB) pun tidak menunjukkan arah yang lebih baik.

Alih-alih menjadi jembatan strategis yang membawa gagasan besar dan arah gerak yang progresif dari pusat ke daerah, mereka justru tampil layaknya gerak sporadis ala kader tingkat rayon minim dampak, tanpa visi, dan kehilangan orientasi perjuangan.

Kehadiran mereka di PB seharusnya menjadi energi penggerak bagi konsolidasi dan penguatan struktur di daerah, bukan sekadar simbol representasi tanpa substansi.

Jika pusat saja gagal memancarkan arah yang jelas melalui perwakilannya, maka wajar jika kebingungan dan stagnasi semakin mengakar di tingkat daerah. Ini bukan hanya soal ketidakefektifan, tetapi kegagalan menjalankan mandat perjuangan secara menyeluruh.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang hancur bukan hanya struktur, tetapi masa depan kaderisasi di Kepulauan Riau.

Oleh karena itu, kader PMII Tanjungpinang–Bintan menyerukan:

1. Hentikan klaim sepihak atas nama kader se-Kepri!