Sementara itu, dalam konteks pertahanan sendiri, kata Khairul, dengan meningkatnya rivalitas dan dinamika geopolitik, terutama di kawasan Indo Pasifik, Indonesia harus bisa memastikan bahwa hubungan erat dengan satu pihak, tidak akan mengorbankan hubungan baiknya dengan pihak-pihak lain terutama dengan negara-negara yang memiliki kepentingan strategis.
“Hubungan Indonesia dengan China ya salah satunya diwujudkan dalam bentuk kerja sama pertahanan, kerja sama latihan dan pelatihan seperti yang juga dilakukan dengan Amerika. Di sisi lain manfaat dari kerja sama yang beragam ini tentu saja bagi Indonesia ini memperkaya pengetahuan, pengalaman untuk berada dalam situasi dan kondisi yang beragam juga. Mereka jadi punya pengalaman lebih banyak karena misalnya bisa saja latihan dengan Amerika bisa berbeda ketika latihan dengan China, dengan Rusia atau dengan negara-negara yang lain,” pungkasnya. ([gi/ab]

