Khairul mengatakan, kerja sama dalam bidang pertahanan dengan Amerika Serikat sudah berjalan cukup lama. Selain latihan bersama, katanya, kedua negara juga telah mengadakan kerja sama dalam bidang pengadaan alutsista, pengembangan kapasitas SDM, dan pertukaran informasi yang strategis.
“Terutama kalau bagi Indonesia sendiri jika kerja sama ini makin kuat dan meningkat ya tentu ada peluang besar untuk bisa mengakses teknologi, mengakses pengalaman yang dimiliki Amerika yang saya kira bisa menjadi rujukan dalam konteks pengembangan strategi pertahanan nasional Indonesia,” tambahnya.
Selain dengan Amerika Serikat, kerja sama serupa juga kerap dilakukan oleh Indonesia dengan negara-negara lain, mengingat kebijakan politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif dan mengambil posisi non blok dalam konteks dinamika geopolitik.
“Bukan hanya dengan Amerika, tetapi juga dengan negara lain, sembari Indonesia mencoba mencari peluang untuk bisa berkontribusi pada upaya-upaya yang sifatnya memperkuat kolaborasi dan tidak mempertajam konflik,” tegasnya.

