Ekonom Indef Tauhid Ahmad menilai Danantara Indonesia dibentuk karena selama ini peran BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional cenderung stagnan. Apalagi dari jumlahnya yang banyak, hanya segelintir saja BUMN yang memiliki struktur organisasi besar dan beroperasi dengan baik. Meski begitu, agar ke depan operasional Danantara ini bisa berdampak luas dan positif bagi masyarakat, Tauhid menekankan investasi yang dikelola oleh Danantara haruslah sektor-sektor yang menjanjikan dan produktif.
“Kalau misalnya uang atau dana dari Danantara investasinya tidak proper pada sektor investasi yang tidak menguntungkan dan tidak punya prospek bagus maka akan sama saja polanya. Apalagi kalau investasi yang lebih kepada penugasan, ketimbang pilihan-pilihan yang kemudian dipilih karena memiliki kelayakan finansial atau ekonomi. Biarkan keputusan investasi diputuskan oleh CEO yang baru dan berproses,” ungkap Tauhid.
Ia menekankan, pemerintah harus memilih sektor investasi yang pasar dan teknologinya dikuasai oleh Indonesia untuk dikelola oleh Danantara. Dengan begitu tingkat keberhasilannya, kata Tauhid, akan lebih maksimal.

