Prabowo sendiri telah menunjuk Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani sebagai Kepala Danantara. Sementara Menteri BUMN Erick Thohir didapuk sebagai Ketua Dewan Pengawas Danantara.
Selain itu, Rosan juga akan dibantu oleh Dony Oskaria sebagai chief operating officer dan Pandu Sjahrir sebagai chief investment officer.
Rosan menegaskan bahwa Danantara akan berperan dalam optimalisasi aset BUMN serta melakukan investasi di berbagai sektor yang memiliki dampak positif, berkelanjutan, dan berkesinambungan.
Rosan juga menyampaikan bahwa Prabowo telah memberikan arahan mengenai prinsip tata kelola yang harus dijalankan oleh Danantara.
“Pesan dari Bapak Presiden bahwa Danantara ini harus dijalankan dengan tata kelola pusat yang benar, good governance, kehati-hatian, transparan, dan penuh dengan integritas. Ini adalah guideline yang disampaikan oleh Bapak Presiden langsung dalam kita mengelola aset-aset BUMN dan juga dalam kita menjalankan investasi kita ke depannya,” ungkap Rosan.
Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Ekonom Indef Tauhid Ahmad menilai Danantara Indonesia dibentuk karena selama ini peran BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional cenderung stagnan. Apalagi dari jumlahnya yang banyak, hanya segelintir saja BUMN yang memiliki struktur organisasi besar dan beroperasi dengan baik. Meski begitu, agar ke depan operasional Danantara ini bisa berdampak luas dan positif bagi masyarakat, Tauhid menekankan investasi yang dikelola oleh Danantara haruslah sektor-sektor yang menjanjikan dan produktif.

