Pembentukan Danantara Indonesia, kata Prabowo, berasal dari kegundahannya bahwa setelah hampir delapan dekade kemerdekaam, masih banyak rakyat Indonesia yang belum sejahtera.
“Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri setelah 80 tahun merdeka mengapa masih ada anak-anak kita yang kelaparan? Mengapa para petani dan nelayan kita masih berjuang untuk mendapatkan hasil yang layak dari hasil kerja keras mereka? Mengapa setelah delapan dasawarsa masih ada desa yang masih belum tersentuh listrik? Mengapa di tengah kekayaan yang kita miliki masalah-masalah ini masih tetap ada. Dan yang lebih penting bagaimana kita dapat memperbaiki keadaan ini, bukan karena kita kekurangan sumber daya alam, tapi mungkin cara kita mengelola dan memanfaatkannya belum sepenuhnya memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Prabowo mengklaim bahwa dalam 100 hari kepemimpinannya telah berhasil melakukan penghematan senilai kurang lebih Rp300 triliun atau USD20 miliar. Hasil penghematan tersebut nantinya akan dikelola oleh Danantara Indonesia pada gelombang pertama, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam 20 proyek nasional sebagai bagian dari industrialisasi dan hilirisasi. Adapun total aset yang akan dikelola oleh Danantara Indonesia diproyeksikan bisa mencapai USD900 miliar atau Rp14.000 triliun.

