HARIAN MEMO KEPRI – Organisasi yg terkenal kerap membocorkan dokumen rahasia pemerintah, Wikileaks, mengumumkan keberadaan berbagai alat yg dipakai Central Intelligence Agency (CIA) buat menyadap berbagai gadget. Alat tersebut berupa malware hasil pengembangan sebuah tim elit khusus pengembangan software, Engineering Development Group (EDG). Jenisnya malware-nya bermacam-macam, akan dari backdoors, exploit atau celah keamanan, payloads, trojan, hingga virus komputer. Informasi yg dilansir KompasTekno dari ZD Net, Minggu (12/2017), dokumen yg bocor menyebut CIA menggunakan berbagai malware buatan tim itu buat menuntaskan misi mereka di semua dunia. Totalnya, tim EDG telah membuat ribuan malware yg mampu dipakai menyusup ke berbagai perangkat genggam, teknologi, serta software. Mereka memakai program jahat ini buat mengetahui lokasi pengguna, membaca pesan teks, mendengarkan pesan suara, bahkan sampai menyalakan microphone dan kamera smartphone. Salah sesuatu data dalam bocoran dokumen pun menyebut bahwa tim ini fokus pada upaya menjebol keamanan dan enkripsi macam-macam tipe iPhone, iPad serta Android. Data yang lain menyebut bahwa ada lusinan celah keamanan yg masih dapat dipakai oleh instansi pemerintah AS buat menyadap atau memata-matai pengguna perangkat buatan Apple. Beberapa celah keamanan dalam data itu sepertinya ada di iOS 9 yg dirilis pada 2015 silam. Ada juga rincian mengenai nama dan pemasok berbagai malware yg khusus digunakan bagi menyusup ke sistem operasi Android. Beberapa di antara malware yg disebutkan adalah SwampMonkey, EggsMayhem, serta DugTrio. Kemudian ada disbutkan juga sejumlah celah keamanan yg ada di sistem operasi Windows bagi komputer desktop dan server, Mac, komputer bersistem Linux, serta software perusahaan seperti VMware. Detil mengenai yang berasal usul semua data, nama dan rincian peralatan peretas di Wikileaks itu masih belum jelas. Namun tahun lalu, sebuah kelompok bernama ShadowBrokers dituding berhasil menggondol alat peretasan punya NSA. Kemudian dua waktu setelahnya, Wikileaks mengumumkan sudah mendapatkan semua cache data serupa. Juru bicara CIA enggan berkomentar mengenai keaslian dokumen atau isi dokumen yg dibocorkan oleh Wikileaks tersebut. Sementara itu sejumlah perusahaan teknologi yg pemilik produk yg disebutkan dalam bocoran tersebut segera bereaksi. Dokumen Wikileaks mengenai alat peretas CIA membuat sejumlah perusahaan teknologi bereaksi. Perusahaan-perusahaan ini khawatir seandainya para penggunanya merasa bahwa barang yg dibelinya tak aman buat dipakai dan disusupi software mata-mata. Sumber: tekno.kompas.com

