Tantangan Pelestarian di Tengah Perubahan Zaman
Ancaman erosi akibat curah hujan tinggi serta tumbuhnya lumut kerak pada permukaan batu menjadi tantangan fisik terbesar yang harus dihadapi oleh balai pelestarian cagar budaya setempat setiap harinya.
Keterbatasan fasilitas pendukung di sekitar kawasan cagar budaya menuntut keterlibatan aktif pemerintah daerah serta masyarakat luas agar potensi wisata edukasi ini dapat terkelola secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Eksplorasi yang tidak terkontrol dari pengunjung yang kurang bertanggung jawab berpotensi merusak mikrostruktur batuan tua yang rapuh serta mengganggu keseimbangan ekosistem hutan lindung di sekeliling area penemuan.
Pengembangan konsep pariwisata berbasis komunitas menjadi solusi paling rasional untuk meningkatkan taraf ekonomi penduduk lokal sekaligus memastikan perlindungan cagar budaya terlaksana secara terpadu tanpa merusak alam.
Penelitian arkeologi yang terus berkembang kini mulai memanfaatkan teknologi pemindaian tiga dimensi laser guna mendokumentasikan setiap lekuk pahatan secara digital sebelum faktor cuaca alam mengikis detail aslinya.

