Jejak Peradaban yang Hilang di Tengah Hutan

Sebagian peneliti menduga bahwa patung-patung ini berfungsi sebagai penanda wilayah kekuasaan suku tertentu atau simbol penghormatan kepada arwah leluhur yang telah menjaga kesuburan tanah pertanian setempat.

Penemuan kalamba atau tempayan batu berukuran besar di sekitar lokasi penemuan patung semakin memperumit teka-teki mengenai ritual keagamaan serta tata cara pemakaman yang dianut oleh komunitas masa lalu tersebut.

Uji laboratorium terhadap sampel organik di sekitar fondasi granit menunjukkan kemungkinan bahwa aktivitas pahat-mempahat ini telah berlangsung sejak ribuan tahun sebelum Masehi, jauh sebelum peradaban Hindu-Buddha masuk ke Nusantara.

Setiap sudut pahatan menunjukkan tingkat presisi tinggi yang menyiratkan ketrampilan teknis serta pemahaman mendalam para pembuatnya terhadap karakter material batu alam keras yang sukar dibentuk.

Bagi para pelancong yang menyukai petualangan sejarah, menyusuri rute penjelajahan di lembah terpencil ini menyajikan sensasi magis yang sukar tertandingi oleh destinasi wisata komersial mana pun di tanah air.