Baca Juga: Selain Jadi Cagar Budaya, Pulau Basing Penuh Dengan Misteri
Para orang dewasa tetap terjaga dan bercerita tentang orang minyak. Papa dan omku bermalam di rumah tante sambil berjaga-jaga di sana. Sedangkan rombongan yang tadinya menelusuri hutan memburu orang minyak pulang tanpa membawa hasil.
Mereka juga berkumpul di rumah kepala desa dan sebagian ikut berjaga dengan papa dan om di rumah tante. Belakangan kejadiannya seperti apa saya sendiri kurang ingat lagi.
Yang pasti, kampung itu sudah beberapa kali ada kejadian rumah warga yang ada perempuannya di santroni orang minyak. Bahkan katanya ada yang sampai meninggal setelah (maaf) diperkosa makhluk tersebut.
Sejak kejadian malam itu selama beberapa minggu tante dan para sepupu mengungsi ke rumahku. Itu juga atas anjuran kepala desa yang merasa rumah tanteku rawan dikarenakan tidak ada laki-laki dewasa di sana.
Kepala desa juga berinisiatif mendatangkan beberapa pemuda dari pesantren untuk tinggal di kampung tersebut. Aku rasa mungkin maksudnya supaya psikologi masyarakat menjadi merasa lebih tenang setelah ada kejadian malam itu.

