Baca Juga: Misteri Kapal yang Dikutuk dan `Hilang` pada 1928 Akhirnya Terkuak

Sewaktu mandi, tanteku merasa seperti ada yang memperhatikan kami di balik pohon di pinggir sungai. Alur sungainya membelah hutan, jadi jika kita berenang semakin ke hulu akan semakin masuk ke dalam hutan.

Kami pulang saat menjelang Maghrib. Di sini kalau malam kita menggunakan lampu petromaks. Dan kalau mau menonton TV, dengan menggunakan accumulator.

Maklum belum ada sambungan listrik di kampung sini. Saya sangat ingat malam itu. Aku dan sepupu-sepupuku nonton kartun doraemon di salah satu siaran TV Malaysia (orang yang tinggal di Bintan bisa menangkap saluran TV Singapura dan Malaysia dengan antena biasa).

Di tengah-tengah tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu depan. Sepupuku yang lebih tua langsung membuka pintu depan. Anehnya tidak ada orang di luar. Karena kami tidak mengerti atau tahu apa-apa, ya sudah kami lanjut menonton TV dengan membiarkan pintu tetap terbuka.

Di tengah-tengan kartun selesai tonton, dari arah dapur kami dengar suara jeritan histeris… Itu suara tante! Serentak kami bertiga berlari ke arah dapur, dan alangkah terkejutnya.