“Ritual pesugihan Gunung Kawi erat kaitannya dengan kondisi psikis pelaku, bahkan kerabat terdekat pelaku turut mengalami halusinasi”, ujar Andini, dikutip dari laman UB, Sabtu (06/2023).
Bahkan ada salah satu kerabat pelaku ritual yang tidak mau disebutkan namanya merasa, bahwa dirinya kerap berhalusinasi dan merasakan hal demikian.
Baca Juga: BPSK Tanjungpinang Bersama Disperindag Provinsi Kepri Lakukan RDP Sekaligus Silaturahmi
“Tapi kenyataannya, jeda dari melakukan hal itu, satu minggu kemudian kenyataan gitu loh, mau dibilang itu halusinasi atau apa toh memang ada pembuktiannya begitu,” katanya.
Kelima mahasiswa Universitas Brawijaya terus menganalisis data yang diperoleh. Sejauh ini, temuan awal yang mereka dapatkan adalah adanya keterkaitan yang signifikan antara ritual pesugihan Gunung Kawi dengan kondisi psikologis para pelaku.
Meski demikian, tim penelitian tetap menganggap diagnosis resmi dari para ahli seperti psikiater atau psikolog diperlukan, untuk melakukan verifikasi terhadap temuan awal mereka.
Dengan adanya temuan tersebut, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk bisa memberikan perspektif baru terkait praktik ritual pesugihan di Gunung Kawi secara psikologis.
Baca Juga: Pria Asal Karimun Di Ringkus Polisi Akibat Mengambil Laptop Milik ASN
Selain itu, hasil penelitian bisa dijadikan dasar untuk mengembangkan strategi rehabilitasi bagi pelaku pesugihan di Gunung Kawi.

