Kelima mahasiswa Universitas Brawijaya terus menganalisis data yang diperoleh. Sejauh ini, temuan awal yang mereka dapatkan adalah adanya keterkaitan yang signifikan antara ritual pesugihan Gunung Kawi dengan kondisi psikologis para pelaku.

Baca Juga: Kepala Desa Lancang Kuning Bintan Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana Desa Oleh Kejaksaan Negeri Bintan

Meski demikian, tim penelitian tetap menganggap diagnosis resmi dari para ahli seperti psikiater atau psikolog diperlukan, untuk melakukan verifikasi terhadap temuan awal mereka.

Dengan adanya temuan tersebut, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk bisa memberikan perspektif baru terkait praktik ritual pesugihan di Gunung Kawi secara psikologis.

Baca Juga: Pria Asal Karimun Di Ringkus Polisi Akibat Mengambil Laptop Milik ASN

Selain itu, hasil penelitian bisa dijadikan dasar untuk mengembangkan strategi rehabilitasi bagi pelaku pesugihan di Gunung Kawi.