HARIANMEMOKEPRI.COM — Kampus Universitas Brawijaya Malang melakukan riset tidak biasa oleh mahasiswanya dengan mengangkat isu mistis ritual pesugihan di Gunung Kawi Jawa Timur.
Sejumlah mahasiswa Universitas Brawijaya yang melakukan riset tersebut mereka adalah Muhammad Harun Rasyid Al Habsyi, Zulfikar Dabby Anwar, Suntari Nur Cahyani, Anggi Zahwa Romadhoni, dan Andini Laily Putri dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Baca Juga: Prostitusi Libatkan Korban Dibawah Umur, Unit Jatanras Polresta Tanjungpinang Ringkus Seorang Wanita
Melansir laman resmi Universitas Brawijaya, ada lima mahasiswa yang melakukan ekspedisi dan penelitian mendalam terkait praktik ritual pesugihan oleh sekelompok orang di Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur.
Kelima mahasiswa Universitas Brawijaya itu melakukan penelitian dengan mewawancarai sejumlah informan, yang pernah melakukan ritual pesugihan di Gunung Kawi.
Tim penelitian tersebut mengungkapkan, bahwa beberapa informan mengaku selama ritual merasakan pengalaman ‘tidak biasa’ misalnya, mereka mendengar hingga melihat sosok gaib.
Salah satu mahasiswi di tim penelitian tersebut Andini Laily Putri mengatakan, bahwa ritual pesugihan tak hanya berdampak pada pelaku namun juga kerabat-kerabatnya.
Baca Juga: Dampak Kiriman Asap, Kualitas Udara Tanjungpinang Dan Batam Kurang Sehat
“Ritual pesugihan Gunung Kawi erat kaitannya dengan kondisi psikis pelaku, bahkan kerabat terdekat pelaku turut mengalami halusinasi”, ujar Andini, dikutip dari laman UB, Sabtu (06/2023).
Bahkan ada salah satu kerabat pelaku ritual yang tidak mau disebutkan namanya merasa, bahwa dirinya kerap berhalusinasi dan merasakan hal demikian.
Baca Juga: BPSK Tanjungpinang Bersama Disperindag Provinsi Kepri Lakukan RDP Sekaligus Silaturahmi
“Tapi kenyataannya, jeda dari melakukan hal itu, satu minggu kemudian kenyataan gitu loh, mau dibilang itu halusinasi atau apa toh memang ada pembuktiannya begitu,” katanya.
Kelima mahasiswa Universitas Brawijaya terus menganalisis data yang diperoleh. Sejauh ini, temuan awal yang mereka dapatkan adalah adanya keterkaitan yang signifikan antara ritual pesugihan Gunung Kawi dengan kondisi psikologis para pelaku.
Meski demikian, tim penelitian tetap menganggap diagnosis resmi dari para ahli seperti psikiater atau psikolog diperlukan, untuk melakukan verifikasi terhadap temuan awal mereka.
Dengan adanya temuan tersebut, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk bisa memberikan perspektif baru terkait praktik ritual pesugihan di Gunung Kawi secara psikologis.
Baca Juga: Pria Asal Karimun Di Ringkus Polisi Akibat Mengambil Laptop Milik ASN
Selain itu, hasil penelitian bisa dijadikan dasar untuk mengembangkan strategi rehabilitasi bagi pelaku pesugihan di Gunung Kawi.

