HARIANMEMOKEPRI.COM — Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia menjadi momentum refleksi dan penguatan nilai pengabdian bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama.
Suasana penuh khidmat, pesan bermakna disampaikan oleh salah seorang pensiunan Kementerian Agama Kabupaten Lingga, Janaan.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga marwah serta keberlangsungan institusi Kementerian Agama sebagai rumah besar tempat mengabdi.
Janaan mengibaratkan ASN Kemenag agar tidak bersikap seperti burung pelatuk, sebuah kiasan yang dinilainya sangat relevan sebagai pengingat moral bagi para abdi negara.
“Sudahlah menumpang makan, merusak pohon tempat makan, sampai akhirnya pohon itu mati,” ungkapnya, Sabtu (3/1/2026)
Kiasan tersebut dimaknai sebagai peringatan agar ASN tidak melakukan tindakan yang justru merusak institusi yang selama ini menjadi tempat mengabdi sekaligus sumber penghidupan.
Menurutnya, Kementerian Agama harus dijaga bersama dengan penuh rasa tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa setiap ASN Kemenag wajib bekerja secara cerdas, tuntas, dan ikhlas, serta menanamkan niat sebagai pelayan umat yang berintegritas.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar tidak tergoda melakukan perbuatan yang mencederai nilai kejujuran.
“Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak kita,” tegas Janaan.
Lebih lanjut, ia turut menyoroti pentingnya empati dan kepedulian sosial, khususnya terhadap rekan-rekan honorer yang selama ini turut berjuang dalam pelayanan keagamaan dan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.
Ia mengajak ASN Kemenag untuk saling berbagi apabila memiliki kelebihan rezeki, karena kepedulian tersebut diyakini dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kasih sayang di lingkungan kerja.
“Doa dari mereka yang kita bantu itu luar biasa. Doa-doa tulus itu akan mengetuk pintu langit untuk kita,” ujarnya.
Menutup pesannya, Janaan mengajak seluruh ASN Kemenag untuk meninggalkan legasi atau warisan kebaikan, baik melalui kinerja, keteladanan, maupun nilai-nilai kemanusiaan.
Ia berharap Kementerian Agama senantiasa membawa manfaat dan keberkahan bagi umat dan bangsa.
Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pengabdian di Kemenag bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan amanah besar yang harus dilaksanakan dengan kejujuran, empati, dan tanggung jawab moral.

