Ia menegaskan bahwa setiap ASN Kemenag wajib bekerja secara cerdas, tuntas, dan ikhlas, serta menanamkan niat sebagai pelayan umat yang berintegritas.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar tidak tergoda melakukan perbuatan yang mencederai nilai kejujuran.

“Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak kita,” tegas Janaan.

Lebih lanjut, ia turut menyoroti pentingnya empati dan kepedulian sosial, khususnya terhadap rekan-rekan honorer yang selama ini turut berjuang dalam pelayanan keagamaan dan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Ia mengajak ASN Kemenag untuk saling berbagi apabila memiliki kelebihan rezeki, karena kepedulian tersebut diyakini dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kasih sayang di lingkungan kerja.

“Doa dari mereka yang kita bantu itu luar biasa. Doa-doa tulus itu akan mengetuk pintu langit untuk kita,” ujarnya.

Menutup pesannya, Janaan mengajak seluruh ASN Kemenag untuk meninggalkan legasi atau warisan kebaikan, baik melalui kinerja, keteladanan, maupun nilai-nilai kemanusiaan.