Ia mengaku tidak mengenali orang-orang yang melakukan pemukulan tersebut. Namun berdasarkan informasi yang diperolehnya setelah kejadian, para pelaku diduga merupakan oknum anggota TNI yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Buton.
Sementara itu, Sabran, orang tua dari Alanuari, mengaku sangat terpukul dan tidak terima atas kejadian yang menimpa anaknya.
Ia menilai tindakan pemukulan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
Sebagai orang tua, Sabran berharap aparat penegak hukum maupun institusi terkait dapat menindaklanjuti kejadian tersebut secara serius dan transparan, sehingga keadilan bagi para korban dapat benar-benar ditegakkan.
“Saya sebagai orang tua tentu sangat tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu. Kami hanya masyarakat biasa yang berharap ada keadilan. Siapa pun yang melakukan pemukulan itu harus bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku,” tegas Sabran.
Ia juga meminta agar peristiwa tersebut tidak dibiarkan begitu saja, karena menurutnya tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil dapat menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

