Harianmemokepri.com | Tanjungpinang — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurahman Kepulauan Riau, menolak secara tegas kedatangan TKA dari China ke Kabupaten Bintan, Kamis (13/20).
Ketua Komisariat PMII STAIN SAR Syafar mengatakan bahwa penolakan kedatangan TKA China ke Kabupaten Bintan salah satu alasannya adalah situasi pandemic Covid-19, sehingga apabila dibiarkan akan menjadi bumerang bagi masyarakat Kepri, terlebih lagi saat ini terdapat peningkatan kasus virus mematikan ini.
Syafar juga mengatakan bahwa pihaknya tidak sepakat dengan dalil pembenaran yang mengatakan bahwa kedatangan TKA China berkompeten dibidangnya, dan akan dikarantina terlebih dahulu untuk memutus mata rantai Covid-19.
“Permasalahan pertama menurut kami pemerintah menunjukkan sikap pesimistis terhadap potensi anak bangsa, kita katakanlah SDM di Bintan tidak memadai untuk memperlancar pekerjaan yang dibutuhkan, lantas apakah mesti harus TKA China, kenapa tidak memberikan kesempatan kepada tenaga kerja dari negara kita sendiri,” ungkapnya.
Syafar menambahkan, permasalahan yang ke dua adalah para TKA China mengikuti serangkaian protokol kesehatan sebelum bekerja di PT BAI , namun dipertanyakan siapa yang menjamin tidak terjangkit virus Corona.
“Contohnya saat Gubernur Kepri pulang pasca pelantikan di Jakarta, virus Covid-19 dapat bocor, bahkan ini salah satu pemicu melonjaknya Corona di Kepri ini, lantas bagaimana dengan dari luar negeri (China-Red),” ucapnya.
“Sekali lagi kami sahabat PMII STAIN SAR Bintan tidak anti terhadap perindustrian, kami mendukung Bintan menjadi pusat industri, akan tetapi pihak terkait harus mempertimbangkan dan dapat mengambil sikap tegas terhadap TKA China yang masuk ditengah melejitnya kasus Covid-19 ini,” tutup Syafar.











