Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berserta tim penataan dan pembangunan kawasan perkotaan Kota Tanjungpinang dan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat Pulau Penyengat menggelar pertemuan di Balai Adat Pulau Penyengat Senin (10/05).
Pertemuan tersebut dalam rangka penyampaian rencana penataan kawasan Pulau Penyengat.
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H Ansar Ahmad SE MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa Provinsi Kepri bersama Kota Tanjungpinang kedepan bersama-sama melakukan revitalisasi berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk situs sejarah yang ada di Pulau Penyengat.
Penandatanganan kesepakatan bersama disaksikan Gubernur Kepri ( foto : Indrapriyadi/Harianmemokepri.com )
“Karena Pulau Penyengat ini adalah pulau bersejarah di bawah pengawasan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya di Batusangkar Provinsi Sumatera Barat,” terang Ansar.
Ansar juga mempertegas bahwa tidak akan merekonstruksi bangunan yang ada karena situs itu harus dilestarikan, dijaga dan dilindungi, pihaknya akan mempercantik, melengkapi, memperindah dan mempersolek situs yang dilengkapi dengan infrastruktur pendukung.
“Beberapa objek wisata akan direkapilitasi serta dibenahi dan kita akan melaksanakan program pembangunan terkait situs bangunan sejarah di Pulau Penyengat tidak akan diganti namun akan disolek dengan diberikan lampu pada malam hari dan makam-makam akan dibaguskan, tembok-tembok yang sudah pecah dibetulkan dengan tidak menghilangkan nilai sejarahnya,” ungkap Ansar.
H Ansar Ahmad saat berikan kata sambutan ( foto: Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )
Diharapkan dengan dilakukan revitalisasi Pulau Penyengat khususnya Kepri bisa semakin tersohor sehingg bisa lebih menarik tamu dari mancanegara.
“Menjadi moto Pulau Penyengat “Terpikat Pulau Penyengat” kawasan ini akan menjadi pusat wisata dan akan membuat pusat kuliner, standing foto serta, perbanyak bunga-bunga dan akan membuat argo di kawasan wisata dengan mencangkok tanaman buah -buah langka,”
“Orang akan melihat Pulau Penyengat secara keseluruhan untuk itu akan dibuat seperti pulau melingkar Batusangkar menjadi referensi pembangunan Pulau Penyengat dan dalam waktu dua atau tiga tahun dengan anggaran Rp150 juta hingga Rp200 juta, ” pungkasnya.











