HARIANMEMOKEPRI.COM — Kebebasan pers di Kabupaten Natuna dinilai menghadapi ancaman serius setelah muncul tuduhan “wartawan abal-abal” yang disebarkan oleh akun anonim di grup WhatsApp publik.
Tuduhan tersebut menuai kecaman dari insan pers setempat dan mendorong desakan agar aparat penegak hukum segera mengungkap identitas pelaku
Pemimpin Redaksi Koran Perbatasan, Amran, menegaskan bahwa pernyataan akun anonim bernama “Anna Chapman” dalam grup “Berita Natuna Grup CCTV-Nya Masyarakat Natuna” berpotensi mencederai profesi wartawan secara kolektif, Sabtu (14/2/2026)
Menurut Amran, penyebutan “wartawan abal-abal” tanpa identitas jelas merupakan tudingan yang menyerang seluruh insan pers di wilayah perbatasan tersebut.
“Menyebut wartawan tanpa menyebutkan orangnya langsung berarti menuduh satu wadah besar insan pers Natuna abal-abal,” tegasnya.
Ia menilai tuduhan tersebut sangat berbahaya karena pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi.
“Ini mencederai demokrasi karena menganggap pilar pers Natuna abal-abal,” lanjut Amran.

