Pembangunan museum dan monumen akan dilaksanakan melalui skema tahun jamak (multiyears) selama dua tahun dengan target penyelesaian pada akhir 2027.

Pemerintah berharap kehadiran Museum dan Monumen Bahasa Nasional menjadi simbol pengakuan terhadap kontribusi besar Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah bangsa, khususnya dalam perkembangan bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia.

Ansar optimistis proyek tersebut dapat diresmikan pada 2028, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda.

“Insyaallah selesai pada akhir 2027 dan pada tahun 2028, bertepatan dengan 100 tahun Sumpah Pemuda, mudah-mudahan dapat diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai bukti sejarah bahwa pulau kecil ini telah memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi persatuan dan kesatuan bangsa melalui bahasa Melayu,” katanya.

Lebih lanjut, Ansar menegaskan bahwa warisan kebahasaan Melayu dan pemikiran tokoh besar Pulau Penyengat, Raja Ali Haji, telah mendapatkan pengakuan internasional.