Hal itu dibuktikan dengan keberadaan patung Raja Ali Haji di Magtymgyly Pyragy Park, yang menampilkan 24 tokoh sastra, penyair, dan pemikir terkemuka dunia.

“Salah satu dari 24 tokoh sastrawan dunia yang dibuatkan patungnya di Turkmenistan adalah Raja Ali Haji. Ini menunjukkan bahwa tokoh kita telah diakui dunia,” ungkap Ansar.

Dengan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional tersebut, Pulau Penyengat diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat sejarah perkembangan bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sekaligus menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Kepulauan Riau.