Padahal, menurut dia, terdapat sejumlah warga Jambi yang telah lama tinggal dan mengabdi di Kepri serta memiliki pengalaman dan kapasitas untuk menduduki jabatan tersebut.

“Keluarga besar kami ada yang sudah dan pantas untuk diberikan amanat menduduki posisi di eselon II,” ujarnya.

Ia berharap dalam setiap proses rotasi maupun promosi jabatan, aspek kompetensi dan rekam jejak tetap menjadi pertimbangan utama, sekaligus membuka kesempatan yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan.

Gatot juga menyinggung kemungkinan adanya pelantikan atau rotasi pejabat eselon II dalam waktu dekat.

Karena itu, ia berharap momentum tersebut dapat menjadi kesempatan bagi putra Jambi yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan amanah.

Menurutnya, hubungan antara Provinsi Kepri dan Jambi memiliki ikatan historis yang kuat dan tidak terpisahkan, baik dari sisi budaya maupun geografis.

“Saya orang Jambi sebagai sesepuh dan telah mengabdi kurang lebih 30 tahun serta telah berperan aktif. Belum ada orang Jambi diberikan kepercayaan untuk menduduki eselon II,” ungkapnya.

Ia menegaskan, aspirasi tersebut bukan bentuk tuntutan, melainkan masukan dari keluarga besar Jambi yang berada di Provinsi Kepri.

“Untuk itu saya berharap ada orang Jambi yang diberikan kepercayaan memegang amanah untuk membangun Kepri ke depan,” tegas Gatot.

Gatot juga berharap hubungan kekeluargaan antara masyarakat Jambi dan Kepri terus diperkuat melalui peran aktif dalam pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura.