Japfa saat ini memproduksi sekitar 400 ribu ekor ayam per bulan. Targetnya, kapasitas produksi bisa ditingkatkan menjadi 600–800 ribu ekor per bulan sehingga ekspor dapat dilakukan lebih rutin, antara dua hingga empat kali dalam sebulan.
Selain menjaga ketersediaan, Japfa juga berupaya mencegah over supply yang dapat memicu turunnya harga ayam di pasaran.
Untuk itu, perusahaan memperkuat kemitraan dengan peternak lokal dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Dukungan pemerintah daerah turut menguatkan kegiatan ekspor ini, Drh. Iwan Berri Prima Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Kabupaten Bintan menyebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ayam yang akan dikirim.
“Semua ayam sehat. Dokumen kesehatan dari dokter hewan kami juga menjadi dasar bagi karantina untuk menerbitkan surat resmi agar ekspor bisa berjalan,” jelas Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kepri ini.
Proses ekspor ayam ini melibatkan koordinasi berbagai pihak, termasuk karantina, sebagai jaminan bahwa produk yang dikirim memenuhi standar kesehatan dan keamanan negara tujuan.

