Ia juga mengatakan belum menyediakan minyak goreng untuk dijual lantaran harga komoditas tersebut masih dianggap cukup tinggi.

Kenaikan harga bahan pokok tidak hanya dirasakan pedagang. Kondisi itu mulai berdampak terhadap pola belanja masyarakat.

Ajuma menyebutkan jumlah pembeli di kiosnya mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

Jika sebelumnya banyak masyarakat berbelanja dengan nilai transaksi di atas Rp100 ribu, kini sebagian besar transaksi berada di bawah nominal tersebut.

“Kalau untuk saat ini pembelinya berkurang banget, jauh berkurang,” ungkap Ajuma

Di sisi lain, pelaku usaha kuliner mengaku masih mampu menyesuaikan diri dengan kenaikan harga sejumlah bahan baku tersebut.

Pemilik Warung Makan Yoks, Imel, mengatakan harga cabai dan bawang yang naik belum memberikan dampak besar terhadap harga makanan yang dijualnya.

“Masih normal dan masih wajar, untuk penjualan juga masih aman dan tidak ada keluhan dari pembeli,” katanya.

Meski demikian, Imel berharap pemerintah tetap melakukan langkah untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok sehingga tidak semakin menekan masyarakat.

Menurutnya, upaya pengendalian harga juga harus tetap memperhatikan kesejahteraan petani sebagai produsen.

“Kalau bisa diturunkan sama pemerintah, Alhamdulillah, tapi kalau terlalu tinggi juga kasihan petani kita, karena berdampak pada pemasukan mereka,” pungkasnya.