Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong realisasi investasi demi mencapai target yang telah ditetapkan.
Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025 di kisaran 4,7% hingga 5%.
Untuk mendukung target tersebut, realisasi investasi di Kota Batam ditargetkan mencapai Rp 46,29 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,35%.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, realisasi investasi di Batam pada triwulan I tahun 2025 tercatat sebesar Rp 8,6 triliun.
Negara penyumbang investasi terbesar adalah Singapura sebesar Rp 3,6 triliun, disusul Malaysia, Tiongkok, Taiwan, dan Hongkong.
“Tentunya untuk mencapai target ini menjadi tugas kita bersama. Investasi di Batam harus bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” terang Fary.
Sementara itu, Direktur Utama PT NOV Profab, Kim Lamb, mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pengembangan usaha mereka.
Ia menyebutkan, saat ini PT NOV Profab tengah menyiapkan sejumlah proyek ekspor ke Norwegia dan beberapa negara lainnya.

