HARIANMEMOKEPRI.COM —  Walikota Batam Muhammad Rudi usai mendengar kabar peristiwa kebakaran di Pulau Buluh langsung turun ke lokasi kejadian, Kamis (20/2023).

Sebagaimana diketahui peristiwa kebakaran Pulau Buluh terjadi pada hari Rabu pagi pukul 05:45 Wib dan menghanguskan sekitar 10 unit rumah sedangkan jumlah korban dalam peristiwa tersebut sebanyak 33 jiwa serta 13 orang kepala keluarga. 

Baca Juga: Berikan Jaminan Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gencar Lakukan Kerja Keras Bebas Cemas

Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan atas nama Pemerintah Kota Batam, turut berbelasungkawa atas korban meninggal dunia pada musibah ini. Juga untuk para korban lain yang mengalami musibah ini,  semua yang terjadi di dunia adalah cobaan dari Allah, maka jangan sampai merenung terlalu jauh.

“Ambil hikmahnya, sebagai mahluk ciptaan Tuhan, kita berikhtiar adanya suatu kenikmatan dibalik kejadian ini. Kita perbaiki bertahap, kita lanjutkan kehidupan supaya yang ada dapat dinilai secara positif,” ungkap Rudi memberi semangat kepada para korban kebakaran Pulau Buluh.

Baca Juga: Dua Orang Nelayan Asal Bintan Hanyut di Perairan Negara Malaysia Dapat Diselamatkan Satpolairud Polres Bintan

Sebagai bentuk dukungan kepada korban kebakaran di Pulau Buluh,  Walikota Batam Muhammad Rudi bersama Baznas Kota Batam memberikan bantuan langsung berupa kebutuhan dapur umum berupa sembako senilai Rp 30 juta kepada perwakilan masyarakat. Dan untuk perbaikan 10 rumah korban kebakaran, Baznas memberikan bantuan sejumlah Rp 75 Juta.

“Hadir menyampaikan rasa keprihatinan kepada warga Pulau Buluh yang saya cintai, yang tengah tertimpa musibah kebakaran. Juga bersama Wakil Gubernur Kepri, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri, Camat Bulang, Polsek Bulang, dan Ketua Baznas Kota Batam hadir disini untuk memberi dukungan serta bantuan,” kata Walikota Batam Muhammad Rudi.

Baca Juga: Peringati Hari Bakti TNI-AU Ke 76, Lanud RHF Tanjungpinang Bersih – Bersih di Pulau Penyengat

Masih kata Walikota Batam Muhammad Rudi melanjutkan maka ia hadir untuk mengetahui secara langsung apa yang dirasakan masyarakat Kota Batam. Tidak lain guna merespon cepat dan menentukan kebijakan yang akan diambil demi membantu para korban.

“Dari Pemerintah Kota Batam juga akan turun menilai berapa kerugian yang dialami masyarakat, sehingga nanti terdata berapa jumlah yang akan dibantu oleh Pemerintah Kota Batam. Tentu uang sejumlah itu tidak cukup, nanti akan dibantu. Maka kita tengah menghitung, sehingga bisa menambah biaya pembangunan rumah dari pemerintah,” ujar Walikota Batam Muhammad Rudi.

Baca Juga: Makna Serta Anjuran Dalam Bulan Muharram, Berikut Ini Penjelasannya

Rudi sengaja datang langsung ke Pulau Buluh, setelah mendapatkan laporan kebakaran yang terjadi pukul 05.45 WIB atau pada Rabu pagi hari ini. Dengan jumlah korban dilaporkan sebanyak 33 jiwa, 13 kepala keluarga, dan 10 rumah hangus terbakar.

“Maka kita hadir untuk mengetahui secara langsung apa yang dirasakan masyarakat Kota Batam. Tidak lain guna merespon cepat dan menentukan kebijakan yang akan diambil demi membantu para korban”.

Baca Juga: Selain Anjangsana dan Bantuan Sembako, Kejaksaan Tinggi Kepri Beri Perlindungan Hukum Kepada Anak Panti Asuhan

“Dari Pemerintah Kota Batam juga akan turun menilai berapa kerugian yang dialami masyarakat, sehingga nanti terdata berapa jumlah yang akan dibantu oleh Pemerintah Kota Batam,” tegasnya.

Sedangkan dari Baznas Kota Batam, memberikan bantuan langsung berupa kebutuhan dapur umum berupa sembako senilai Rp 30 juta kepada perwakilan masyarakat. Dan untuk perbaikan 10 rumah korban kebakaran, Baznas memberikan bantuan sejumlah Rp 75 Juta.

Baca Juga: Festival Muharam 1445 H IPEMI Kota Tanjungpinang Dukung Pemulihan Ekonomi UMKM

“Tentu uang sejumlah itu tidak cukup, nanti akan dibantu. Maka kita tengah menghitung, sehingga bisa menambah biaya pembangunan rumah dari pemerintah,” ujar Rudi.

Usai meninjau dan bertemu langsung dengan para korban musibah kebakaran. Muhammad Rudi bersama Marlin Agustina, menuju Vihara Samudera Bhakti untuk bertemu dengan keluarga korban meninggal dunia, wanita berusia 73 tahun atas nama Sui Eng, untuk menyampaikan rasa empati dan ungkapan duka cita.***