“Alhamdulillah, pada Mubes hari ini, saya ingin menceritakan sedikit sejarah terbentuknya Selingsing yang dimulai pada 12 Februari 2017 di Mitra Mall, dengan dukungan tiga tokoh utama, yakni Bapak Ria Saptarika, Bapak Asmin Patros, dan Bapak Khairul Salih,” ungkapnya.

Hj. Siti Aisyah juga mengisahkan awal mula dirinya menjadi Ketua Umum Selingsing. Awalnya ia menolak karena belum pernah terlibat dalam organisasi masyarakat Lingga, namun dukungan para tokoh utama akhirnya membuatnya bersedia dengan niat melayani masyarakat Lingga di perantauan.

“Saya melayani dengan hati, tanpa membeda-bedakan kelas, semua saya perhatikan, saya bantu selama saya mampu,” tegasnya.

Hingga saat ini, Selingsing telah memberikan bantuan kepada masyarakat, baik dalam hal tenaga kerja, bantuan hukum, pelayanan administrasi kependudukan, hingga kesehatan, semuanya dilakukan tanpa pilih kasih.

“Itu semua kita lakukan. Semua dirangkul tanpa ada pilih kasih,” tambah Hj. Siti Aisyah.

Ia juga menepis anggapan bahwa Selingsing tidak memiliki kejelasan dalam kepengurusan.