Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, agar selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG serta tidak mudah percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya.

Mengingat posisi Anambas yang berada di tengah Laut Natuna, wilayah ini sangat rentan terhadap gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan deras.

Rangkaian apel ditutup dengan pemeriksaan pasukan, pengecekan peralatan darurat, serta simulasi koordinasi antar instansi.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Anambas berharap koordinasi lintas sektor semakin solid sehingga penanganan bencana akibat cuaca ekstrem di tahun 2025 dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan minim risiko.

“Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Jika kita bergerak dalam satu komando dengan semangat gotong royong, dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisir,” pungkas Bupati Aneng.