Ketua RT setempat, Junizar, membenarkan kejadian tersebut.
“Kejadiannya sekitar jam tiga subuh. Saya bangun sudah ada warga yang membantu memadamkan api. Sekitar 30 menit kemudian api padam. Kamar anaknya yang terbakar, alhamdulillah anaknya bisa diselamatkan,” ujarnya.
Junizar menambahkan, pihak RT bersama warga RW 05 akan berupaya membantu dengan menggalang sumbangan sukarela dari masyarakat.
“Kami akan kumpulkan bantuan seikhlasnya dari warga sekitar untuk meringankan beban keluarga korban,” tambahnya.
Sementara itu, Amaliana mengaku bersyukur keluarganya selamat, namun berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah.
“Alhamdulillah anak saya selamat. Tapi semua pakaian dan perlengkapan sekolah habis terbakar. Saya berharap pemerintah bisa membantu, karena anak-anak saya besok tidak punya pakaian sekolah lagi,” tuturnya dengan haru.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada dan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah kebakaran.
Warga sekitar juga berharap adanya uluran tangan dari pemerintah dan pihak terkait agar keluarga korban segera mendapatkan bantuan darurat, terutama untuk kebutuhan dasar dan keperluan sekolah anak-anak.

