HMK, Anambas – Menjelang Hari Raya Idul fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas kembali meningkatkan upaya stabilisasi harga bahan pokok. Melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Pangan (DP3), Gerakan Pasar Murah (GPM) terus digelar di berbagai lokasi untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan masyarakat.
GPM yang berlangsung pada 23–25 Februari 2026 di Pasar Nelayan, Desa Tarempa Barat, mencatat antusiasme tinggi. Hampir seluruh komoditas yang disediakan ludes terjual dalam tiga hari pelaksanaan.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Pangan, Arcan Iskandar, mengungkapkan omzet penjualan pada kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp100 juta. Ia menyampaikan komoditas utama seperti beras SPHP dan telur menjadi barang paling diminati.
“Yang tersisa hanya sedikit, seperti bawang, tapi secara keseluruhan Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.
Jadwal Pasar Murah Berikutnya
DP3 akan kembali menggelar GPM dengan kolaborasi bersama Disperindag. Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada:
- 28 Februari 2026 di Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur
- 1 Maret 2026 di Kelurahan Letung (BPMJ)
- Jemaja Barat direncanakan digabungkan dengan wilayah Jemaja dengan penambahan pasokan
Arcan menjelaskan bahwa jumlah komoditas yang dikirim ke masing-masing wilayah akan disesuaikan kebutuhan. Jemaja, menurutnya, mendapat pasokan lebih banyak.
“Beras SPHP kami kirim sekitar 1,5 ton, ditambah beras dari Bumdes Bukit Padi sekitar 500 kg, jadi total lebih kurang 2 ton. Untuk bawang putih dan bawang merah sekitar 200 kilogram,” jelasnya.
Sementara itu, Disperindag akan menyediakan komoditas seperti gula, tepung, dan minyak goreng.
Pertimbangan Harga di Palmatak
DP3 juga menyiapkan pelaksanaan GPM di wilayah Palmatak. Namun, harga komoditas di wilayah tersebut relatif lebih rendah karena suplai dari tol laut sehingga perlu penyesuaian harga.
“Kalau kami buka dengan harga Tarempa di Palmatak, dikhawatirkan kurang diminati, karena harga di sana bisa lebih murah, misalnya telur di sini Rp60 ribu, di sana bisa Rp55 ribu bahkan Rp53 ribu,” tambah Arcan.
Pengawasan Harga Diperketat
Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idul fitri, DP3 memastikan stok komoditas strategis seperti cabai dan telur tetap aman melalui koordinasi dengan para distributor.
DP3 juga menurunkan tim enumerator guna memantau harga secara rutin. Jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar, pihak dinas akan segera melakukan peneguran.
“Jika ada harga bahan pokok yang melonjak terlalu tinggi, masyarakat bisa melapor. Kami punya tim survei dan akan menegur distributor yang menjual di atas harga standar,” tegas Arcan.
Ia mencontohkan pernah adanya teguran kepada distributor minyak goreng di Palmatak yang menjual di atas Rp16 ribu per liter berdasarkan laporan masyarakat dan hasil survei lapangan. Langkah tersebut, ujar Arcan, merupakan komitmen DP3 dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idul fitri. (*)

