“Dari dulu setahu saya memang belum pernah ada izin. Bahkan sudah pernah dilarang, tapi tetap saja difungsikan,” jelas Yamin yang akrab disapa Jumin.

Selain persoalan legalitas, keberadaan jeti tersebut dinilai mengganggu keindahan kawasan Pantai Padang Melang, yang letaknya cukup dekat dengan Bandara Letung dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Jemaja.

Warga kini mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas.

Bila pemilik jeti tetap enggan mengurus perizinan, warga berharap jeti tersebut dibongkar demi menjaga kelestarian lingkungan dan citra kawasan pariwisata.

“Kalau memang tidak ada izin, sebaiknya ditertibkan. Jangan sampai hukum diabaikan dan lingkungan jadi korban,” pungkas Dedi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PSDKP maupun pemerintah daerah terkait langkah selanjutnya atas aktivitas ilegal di Jeti Padang Melang.