HARIANMEMOKEPRI.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi gelombang tinggi akan terjadi selama sepekan ke depan di kawasan Perairan Kepulauan Anambas-Natuna dan Laut Natuna Utara.

Berdasarkan keterangan resmi BMKG Anambas, gelombang di perairan tersebut diperkirakan mencapai ketinggian 1,25 hingga 4 meter, terhitung mulai 17 hingga 23 Desember 2024.

Secara khusus, Laut Natuna Utara diprediksi menghadapi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 hingga 4 meter selama periode yang sama.

Sementara itu, di Perairan Kepulauan Anambas dan Natuna, ketinggian gelombang berada dalam kategori sedang, yakni 1,25 hingga 2,5 meter.

Menanggapi situasi ini, BMKG bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait potensi air pasang surut serta gelombang tinggi di sejumlah perairan.

“Potensi gelombang tinggi biasanya terjadi di Samudera Hindia, Laut Pasifik, dan Selat Sunda. Selain itu, arus laut dan angin kencang juga berpotensi terjadi,” ungkap BMKG.

Oleh karena itu, pelaku usaha pelayaran, angkutan penyeberangan, serta masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap risiko kecelakaan laut.

BMKG Anambas juga mengimbau warga pesisir pantai untuk berhati-hati saat beraktivitas, khususnya ketika melakukan pelayaran.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan sejumlah langkah antisipasi terhadap potensi pasang surut air laut dan cuaca ekstrem:

1. Menyimpan dan mengamankan dokumen-dokumen penting.

2. Memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi dan aman.

3. Memastikan instalasi jaringan listrik dalam kondisi aman untuk mencegah korsleting.

4. Segera menuju tempat yang lebih tinggi jika terjadi pasang laut yang signifikan.

Dengan potensi cuaca ekstrem ini, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.