HARIANMEMOKEPRI.COM — Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang tengah melanda sejumlah wilayah.
Kondisi ini dipicu oleh fenomena Fase Perigee, yakni saat jarak bulan berada pada titik terdekat dengan bumi dan bertepatan dengan fase Bulan Purnama sehingga memicu pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya.
Ansar menyampaikan bahwa Pemprov Kepri terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi pasang surut.
“Kita hampir setiap hari berkomunikasi dengan BMKG mengikuti perkembangannya. Kemarin saat saya ke Numbing, air laut begitu tinggi,” ujar Ansar, Selasa (9/12/2025).
Menurut laporan BMKG, kondisi pasang air laut diperkirakan akan berangsur menurun hingga 11 Desember mendatang.
Meski demikian, Gubernur meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Ansar juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa agar Provinsi Kepri dijauhkan dari bencana.
Ia menyebut bahwa berdasarkan informasi dari Binda, jalur pergerakan bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sempat mengarah ke wilayah Kepri.
“Tapi alhamdulillah, kemarin waktu kita gelar Kepri Bersholawat, Allah masih melindungi kita,” kata Ansar.
Pemprov Kepri mengimbau masyarakat pesisir untuk mengamankan barang-barang berharga, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melapor kepada aparat jika terjadi kondisi darurat terkait banjir rob.

