“Para peserta akan memulai perjalanan dari Kaca Puri pada pagi hari tanggal 13 Mei, untuk mengeksplorasi tempat-tempat seperti Gereja Ayam, Jalan Merdeka, Masjid Agung Al Hikmah, dan terakhir Pelantar 2, dengan durasi total 1 jam 30 menit,” jelas Ridwan.
Ridwan juga menyebutkan bahwa Senggarang merupakan kampung toleransi dengan kerukunan antar umat beragama, khususnya antara warga Tionghoa dan Melayu.
“Kami akan menciptakan konsep Kampung Toleransi di Senggarang, yang akan direkam dalam bentuk foto dan video,” tambah Ridwan.
Dalam lomba ini, setiap peserta bebas memotret dengan tema-tema seperti Human Interest, wisata, budaya, kuliner, dan kearifan lokal.
“Setiap peserta diminta untuk mengumpulkan 8 foto di Tanjungpinang dan 4 foto di Kabupaten Bintan, yang akan disaring untuk menentukan pemenangnya,” kata Ridwan.
Dewan juri untuk lomba ini berasal dari Yogyakarta dan Pekanbaru.
“Juri dari Yogyakarta merupakan tim kreatif dari Canon Indonesia, sementara juri dari Pekanbaru merupakan pemenang lomba foto dunia tahun 2003,” tambah Ridwan.

