Hal itu membuat rakyat Minangkabau protes keras. Menyikapi itu, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pun tak mau kalah, mereka mengirimkan pasukan Marsosé yang dikenal sadis. Akibatnya pertempuran akhirnya tak bisa terelakkan dan jiwa rakyat pun melayang.
Perang ini memunculkan seorang tokoh pejuang perempuan yang bernama “Siti Manggopoh” yang berasal dari Nagari Manggopoh, Lubuk Basung, Agam.
Baca Juga: Nokia Umumkan Logo Terbarunya, Ini Dia Penjelasannya
Perempuan pemberani ini mengkoordinir perlawanan rakyat Nagari Kamang terhadap kesewenang-wenangan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.
Perlawanan rakyat Nagari Kamang itu tak bisa dilupakan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, sebab gerakan yang dilakukan Siti Manggopoh pada tanggal 15-16 Juni 1908 itu berhasil menewaskan 53 orang pasukan Belanda.
Belanda sangat kewalahan menghadapi Siti Manggopoh sehingga sampai mendatangkan pasukan bantuan dalam jumlah yang besar dari daerah lain.

