Layar ponsel cerdas yang menyala di tengah kegelapan kamar tidur sering kali menjadi pemandangan terakhir yang kita lihat sebelum memejamkan mata setiap malam.

Deretan notifikasi yang masuk tanpa henti dari berbagai aplikasi percakapan serta media sosial terus menuntut perhatian kita sepanjang hari tanpa memberikan jeda untuk beristirahat.

Sebagian besar pekerja di kota-kota besar kini menghabiskan waktu lebih dari delapan jam sehari hanya untuk menatap layar komputer demi menyelesaikan tuntutan pekerjaan mereka.

Kondisi fisik yang lelah akibat paparan sinar biru secara terus-menerus sering kali diperparah oleh rasa cemas berlebih ketika kita tertinggal berita atau tren terbaru di internet.

Fenomena kelelahan mental akibat interaksi digital berlebihan ini mulai memicu kesadaran baru tentang pentingnya mengatur batas hubungan kita dengan perangkat elektronik sehari-hari.

Mengenali Sinyal Kelelahan Mental

Tubuh manusia sebenarnya selalu memberikan sinyal halus ketika tingkat stres akibat gawai sudah melewati batas toleransi yang sanggup ditanggung oleh pikiran kita.