Suara denting gawai yang terus terdengar sepanjang hari sering kali memaksa pikiran kita untuk merespons pesan kerja maupun media sosial tanpa jeda sedikit pun.
Sebagian besar pekerja di kota-kota besar kini mulai merasakan kelelahan mental yang nyata akibat arus informasi tanpa henti dari berbagai aplikasi yang terpasang di telepon genggam mereka.
Fenomena yang berpusat pada ketergantungan layar ini mendorong banyak orang untuk mencari cara baru dalam menikmati waktu luang tanpa terganggu oleh panggilan maupun pemberitahuan digital.
Kembalinya Kesadaran Mengatur Jarak Digital
Keputusan untuk mematikan seluruh pemberitahuan non-esensial pada akhir pekan menjadi langkah awal yang semakin populer di kalangan profesional muda untuk merebut kembali ketenangan jiwa mereka.
Banyak pembaca mungkin pernah mendapati diri sendiri terbangun di tengah malam hanya untuk memeriksa layar ponsel yang menyala karena kekhawatiran berlebih terhadap berita terkini.
Kebiasaan memeriksa perangkat secara berulang tersebut sebenarnya membentuk pola perilaku kecemasan baru yang dapat merusak kualitas tidur serta mengganggu konsentrasi belajar maupun bekerja.

