Ketika Anda mengunggah foto cangkir kopi favorit di kafe langganan tadi pagi, algoritma dan peretas mungkin sedang mencatat kebiasaan harian Anda dengan sangat teliti.
Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan membagikan momen sepele di media sosial dapat menjadi pintu masuk utama bagi aksi penipuan berbasis identitas digital.
Seorang peretas kini tidak perlu bersusah payah membobol benteng pertahanan komputer yang rumit karena mereka cukup mengumpulkan potongan informasi yang Anda sebarkan sendiri setiap hari.
Modus kejahatan siber saat ini telah berkembang jauh lebih canggih dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk meniru suara maupun gaya bahasa kerabat terdekat Anda.
Seorang ibu di Jakarta Selatan baru saja kehilangan tabungan ratusan juta rupiah setelah menerima panggilan telepon yang suara penelponnya terdengar persis seperti anak kandungnya.
Penipu tersebut mendapatkan contoh suara sang anak dari video liburan keluarga yang diunggah secara terbuka di platform media sosial tanpa pembatasan privasi sama sekali.

