Sementara itu, Kasi Operasi Damkar Kota Tanjungpinang, Dery Ambari, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026 pihaknya telah melakukan tiga kali evakuasi buaya, dengan dua di antaranya terjadi pada April dan Mei. Buaya yang dievakuasi diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter.
“Untuk evakuasi buaya, kami berkoordinasi dengan pihak KKP. Rinciannya, bulan Februari di Sei Carang, bulan April di Jalan Salam Kampung Kolam, dan bulan Mei di Jalan Nuri Km 8,” jelas Dery.
Dery menambahkan, buaya hasil evakuasi sementara dititipkan di Taman Safari Lagoi sebelum dipindahkan ke penangkaran di Pulau Bulan, Batam.
Ia juga meminta perangkat kelurahan untuk memasang plang peringatan di lokasi-lokasi yang rawan kemunculan buaya guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
“Kami imbau kepada perangkat kelurahan agar lokasi yang rawan buaya dipasangkan plang peringatan,” tutupnya.

