HARIANMEMOKEPRI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi terjadi belakangan ini, terutama bagi warga tinggal di wilayah pesisir.

Imbauan tersebut disampaikan guna mengantisipasi potensi gangguan lingkungan maupun keselamatan masyarakat akibat faktor alam.

Kepala BPBD Tanjungpinang, M Yamin, meminta warga pesisir agar tidak beraktivitas di laut maupun muara saat kondisi air sedang pasang dan cuaca hujan.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak pergi ke laut ataupun muara jika air sedang pasang di tengah kondisi hujan saat ini,” ujar Yamin melalui pesan WhatsApp, Jumat (15/5/2026).

Selain itu, Yamin juga mengingatkan para orang tua agar mengawasi anak-anak mereka dan tidak membiarkan bermain hujan ataupun mandi di laut.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bahaya, termasuk kemunculan buaya di kawasan perairan.

“Saya mengajak para orang tua menjaga anak-anaknya supaya tidak euforia dengan hujan, apalagi mandi ke laut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Operasi Damkar Kota Tanjungpinang, Dery Ambari, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026 pihaknya telah melakukan tiga kali evakuasi buaya, dengan dua di antaranya terjadi pada April dan Mei. Buaya yang dievakuasi diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter.

“Untuk evakuasi buaya, kami berkoordinasi dengan pihak KKP. Rinciannya, bulan Februari di Sei Carang, bulan April di Jalan Salam Kampung Kolam, dan bulan Mei di Jalan Nuri Km 8,” jelas Dery.

Dery menambahkan, buaya hasil evakuasi sementara dititipkan di Taman Safari Lagoi sebelum dipindahkan ke penangkaran di Pulau Bulan, Batam.

Ia juga meminta perangkat kelurahan untuk memasang plang peringatan di lokasi-lokasi yang rawan kemunculan buaya guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

“Kami imbau kepada perangkat kelurahan agar lokasi yang rawan buaya dipasangkan plang peringatan,” tutupnya.