Dato’ Wan Rafiwar menambahkan, secara adat, pemasangan tanjak menyimbolkan penerimaan seseorang ke dalam lingkungan masyarakat Melayu.

Menurutnya tamu tidak lagi dianggap sebagai orang luar, tetapi sebagai anak angkat atau saudara dalam adat dan budaya Melayu. Tanjak pada masa lalu dikenakan oleh raja, pembesar, dan orang-orang terhormat.

“Maka, ketika tamu dipakaikan tanjak, itu juga menyiratkan harapan agar tamu menunjukkan sikap bijak, beretika, dan menjaga nama baik,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Tonny Hendra Cahyadi menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan bimbingan dari LAM Kota Tanjungpinang selama ia bertugas.

Sebagaimana diketahui Tonny melanjutkan pengabdian di PT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, di bawah wilayah kerja Pelindo Regional Dua yang merupakan anak usaha Subholding PT Pelindo Multi Terminal (Pelindo Group).

Sementara itu, Adittya Gusmara yang sebelumnya bertugas di Kantor Pusat PT Pelindo Multi Terminal Medan-Belawan, menyampaikan harapannya agar dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat Melayu di Tanjungpinang.