“Keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena selama ini akses penghubung sering terganggu saat banjir. Kami berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan segera dimanfaatkan warga,” ujar Kolonel Inf Abdul Hamid.

Lima titik pembangunan jembatan tersebut masing-masing berada di Sungai Mentrus dan Sungai Kongsi, Desa Toapaya Selatan, serta Sungai Bangun Rejo, Sungai Kangboi Dalam, dan Sungai Lome di Desa Toapaya Utara.

Setiap jembatan dirancang menggunakan konstruksi Armco dengan tiga lubang olo sebagai penopang utama agar mampu mendukung lalu lintas kendaraan dan aktivitas pengangkutan hasil kebun masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan dilakukan secara gotong royong antara personel TNI dan masyarakat.

Selain mempercepat proses pengerjaan, keterlibatan warga juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat kami harapkan agar pembangunan ini dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan sebagai akses utama penghubung antar desa,” tambahnya.