HARIANMEMOKEPRI.COM – Peringatan Hari Nelayan Nasional ke-66 berlangsung meriah di kawasan Pantai Yayasan Dharma Sasana Senggarang, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang, Sabtu pagi (25/04/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB ini menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir untuk merayakan kebersamaan sekaligus memperkuat identitas sebagai daerah maritim.

Suasana penuh semangat tampak menyelimuti kawasan pesisir Senggarang dikenal sebagai kampung tua dengan kekayaan budaya maritim.

Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nelayan Seluruh Indonesia (HMNI) Provinsi Kepri Ravi Azhar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak.

Ravi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat nelayan.

“Kegiatan ini adalah hasil kebersamaan masyarakat. Senggarang bukan sekadar wilayah, tetapi simbol harmoni antara manusia dan laut yang terjaga secara turun-temurun,” ujar Ravi

Ravi juga menekankan pentingnya peran nelayan sebagai pilar dalam menjaga kedaulatan bangsa, sehingga perhatian terhadap kesejahteraan mereka harus terus ditingkatkan.

Kemeriahan acara semakin terasa saat lomba sampan resmi dilepas. Sorak sorai masyarakat mengiringi para peserta berlomba dengan penuh semangat.

Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga dinilai mampu mempererat solidaritas antar nelayan sekaligus melestarikan tradisi maritim.

Ketua panitia pelaksana, Hendry Oka Saputra, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pengamanan dan dukungan teknis dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai instansi, di antaranya Kogabwilhan I, Basarnas Kelas A Tanjungpinang, Polsek Tanjungpinang Kota, serta tenaga medis dari Puskesmas Kampung Bugis.

Tak hanya itu, bazar yang digelar turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Para pelaku usaha kecil mengaku terbantu dengan meningkatnya penjualan selama kegiatan berlangsung.

Salah satu peserta bazar, Ari bersama Ibu Yani, mengaku dagangan mereka laris sejak pagi hingga sore hari.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan, karena selain menjadi hiburan juga membuka peluang rezeki bagi masyarakat kecil,” ujar Ari.

Melalui peringatan ini, diharapkan semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap kesejahteraan nelayan terus terjaga, sekaligus memperkuat identitas Kepulauan Riau sebagai wilayah maritim yang tangguh.