Bahkan pada kala itu banyak orang luar daerah berbondong-bondong datang ke Tanjungpinang, karena perkembangan yang luar biasa.
Baca Juga: Pj Walikota Tanjungpinang Bersama DPRD Tetapkan KUA PPAS 2024 Sebesar Rp986 Milyar
Namun beriring waktu, adanya negara Singapura, pamor Kota Tanjungpinang sudah semakin redup dan sirna.
“Setelah ada Singapura perlahan kejayaan itu sirna, tapi justru bagaimana kejayaan masa lalu kita jadikan motivasi. Bukan tidak mungkin, sudah saatnya ini kita bisa kembali maju bersama dengan manfaatkan potensi yang ada,” tuturnya.
Selain itu, keunggulan lain yang bisa dijual yakni Upah Minimum Regional (UMR) Tanjungpinang terendah diantara KPBPB di Kepri seperti Bintan, Batam, Karimun.
“Bahkan dengan Batam kita punya selisih 1 juta rupiah, itu bagi investor sangat luar biasa,” pungkasnya.

