HARIANMEMOKEPRI.COM — Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tanjungpinang menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-91 di Lapangan Pamedan, Jalan Ahmad Yani, pada Sabtu (31/5/2025) malam.
Kegiatan tersebut dikolaborasikan dengan acara Tanjungpinang Bermunajat 2025 yang diisi dengan doa bersama untuk para pejuang Provinsi Kepulauan Riau.
Acara peringatan Harlah GP Ansor berlangsung khidmat, khususnya saat pembacaan Mahalul Qiyam.
Ratusan masyarakat yang hadir larut dalam suasana religius dan mengikuti kegiatan hingga selesai.
Doa-doa dipanjatkan untuk kebaikan Kota Tanjungpinang dan para tokoh yang telah berjasa bagi daerah ini.
Ketua GP Ansor Tanjungpinang, Ramdhan Khalili, S.Pd, mengatakan kegiatan diawali dengan tawasul dan doa bersama, termasuk bagi para tokoh pendiri dan pejuang Kepri seperti Almarhum H. Syahrul dan H.M. Sani.
“Kita kombinasikan antara event Tanjungpinang Bermunajat dengan Harlah GP Ansor. Hal ini merupakan wujud implementasi dari prinsip Nahdlatul Ulama, yakni al-muhafadzah ‘ala al-qadim al-shalih, wal-akhdzu bil-jadid al-ashlah merawat tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik,” ujar Ramdhan.
Menurutnya, mengirimkan doa kepada para leluhur adalah bentuk rasa syukur atas perjuangan mereka dalam membangun bangsa dan daerah.
Ramdhan berharap semangat perjuangan tersebut membawa keberkahan bagi Tanjungpinang.
“Sebagai bentuk rasa terima kasih, kita doakan para pejuang. Mudah-mudahan, dengan kegigihan dan kesalehan mereka, Kota Gurindam yang kita cintai ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ramdhan menjelaskan bahwa amaliyah Nahdlatul Ulama sangat erat kaitannya dengan budaya Melayu.
Ia mencontohkan tradisi kenduri arwah yang identik dengan tahlilan, serta puputan yang mirip dengan akikahan dalam tradisi NU.
Amaliah Aswaja Nahdliyah memiliki keterkaitan dengan kebiasaan masyarakat Melayu.
“GP Ansor sebagai badan otonom NU, memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan tradisi tersebut,” tegasnya.
Ramdhan juga mengenang sejarah berdirinya GP Ansor yang didirikan oleh KH Wahab Chasbullah pada tahun 1934.
Tokoh ulama ini dikenal sebagai pencipta lagu Ya Lal Wathan dan sangat menjunjung tinggi kearifan lokal dalam dakwahnya.
“KH Wahab Chasbullah adalah ulama besar dan pahlawan nasional. Beliau dikenal dengan dakwah yang santun dan menghargai budaya Nusantara,” pungkas Ramdhan.

