Lebih lanjut, Ramdhan menjelaskan bahwa amaliyah Nahdlatul Ulama sangat erat kaitannya dengan budaya Melayu.

Ia mencontohkan tradisi kenduri arwah yang identik dengan tahlilan, serta puputan yang mirip dengan akikahan dalam tradisi NU.

Amaliah Aswaja Nahdliyah memiliki keterkaitan dengan kebiasaan masyarakat Melayu.

“GP Ansor sebagai badan otonom NU, memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan tradisi tersebut,” tegasnya.

Ramdhan juga mengenang sejarah berdirinya GP Ansor yang didirikan oleh KH Wahab Chasbullah pada tahun 1934.

Tokoh ulama ini dikenal sebagai pencipta lagu Ya Lal Wathan dan sangat menjunjung tinggi kearifan lokal dalam dakwahnya.

“KH Wahab Chasbullah adalah ulama besar dan pahlawan nasional. Beliau dikenal dengan dakwah yang santun dan menghargai budaya Nusantara,” pungkas Ramdhan.