HARIANMEMOKEPRI.COM — Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga yang dinilai minim perhatian dan dukungan terhadap mahasiswa Lingga yang menempuh pendidikan di Tanjungpinang.

Kekecewaan tersebut mencuat setelah Pemkab Lingga disebut tidak memberikan dukungan terhadap Festival Mahasiswa Lingga, sebuah kegiatan yang dirancang sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa sekaligus upaya mengharumkan nama daerah.

Ketua IMKL, Dimas Alparezi Bastian, mengatakan festival tersebut disusun dengan konsep positif untuk menumbuhkan kreativitas, mempererat solidaritas mahasiswa, serta membangun citra Kabupaten Lingga di kalangan generasi muda.

Namun, hingga pelaksanaan direncanakan, tidak ada respons maupun dukungan dari pemerintah daerah.

“Kami sangat kecewa karena kegiatan Festival Mahasiswa Lingga yang jelas membawa nama daerah justru tidak mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lingga. Bahkan, kami sudah berulang kali mencoba menghubungi pihak terkait, termasuk bupati, namun tidak mendapat respons,” ujar Dimas, Sabtu (13/12/2025).

Ia menegaskan, festival tersebut bukan sekadar ajang hiburan, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi dan kontribusi nyata bagi daerah asalnya.

Menurutnya, sikap tidak responsif pemerintah mencerminkan kurangnya perhatian terhadap generasi muda.

“Bagaimana pemerintah bisa berbicara tentang pembangunan sumber daya manusia jika kegiatan positif mahasiswa saja tidak disupport? Ini bukan hanya soal acara, tapi soal penghargaan terhadap inisiatif anak muda Lingga,” tegasnya.

Selain itu, Dimas menilai selama ini Pemkab Lingga kurang membuka ruang dialog dengan mahasiswa.

Berbagai aspirasi yang disampaikan IMKL disebut tidak pernah ditindaklanjuti, meskipun bertujuan untuk kepentingan daerah dan masyarakat Lingga secara luas.

“Mahasiswa Lingga tidak akan berhenti bersuara. Kami hanya ingin didengar, bukan diabaikan. Pemerintah seharusnya hadir dan mendukung ketika generasinya menunjukkan kepedulian terhadap daerah,” tambahnya.

Sejumlah mahasiswa Lingga lainnya di Tanjungpinang juga menyuarakan kekecewaan serupa.

Mereka menilai pemerintah daerah lebih sering hadir dalam agenda formal dan seremonial, namun kurang responsif terhadap kebutuhan nyata mahasiswa di perantauan.

IMKL berharap Pemkab Lingga ke depan dapat memperbaiki pola komunikasi serta memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan dan aspirasi mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Lingga belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan oleh IMKL