Pelaksanaan tugas SPPI akan menyesuaikan dengan kesiapan dapur logistik di masing-masing wilayah. Jika dapur belum beroperasi penuh, peserta akan menjalani sistem magang secara bergiliran.

“Mereka menyusun jadwal masing-masing dan akan magang bergantian di dapur yang sudah ada,” jelasnya.

Letkol Hamid juga menekankan pentingnya peran SPPI sebagai representasi anak daerah dari Batam, Bintan, Lingga, dan Tanjungpinang yang terpilih untuk melaksanakan pemetaan potensi dan permasalahan di wilayah penugasan, membangun sinergi dengan Babinsa dan pemerintah desa, serta menjalankan program sederhana yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menutup arahannya dengan pesan khusus agar peserta SPPI menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam aspek logistik dan mutu makanan.

“Dengan segala tantangan, mereka harus bisa melaksanakannya dengan baik karena ini adalah program unggulan pemerintah dalam rangka mempersiapkan generasi emas,” pungkasnya.