Kehadiran mereka merupakan bagian dari kolaborasi antara unsur TNI dengan generasi intelektual dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Letkol Hamid menegaskan, para peserta SPPI tidak hanya ditugaskan sebagai pengamat, melainkan diharapkan terjun langsung sebagai agen perubahan dan pelaku solusi di lapangan.
“Kalian adalah generasi terdidik yang dikirim untuk membawa perubahan positif di tengah masyarakat. Pahami kondisi desa, bangun komunikasi dengan warga, dan ciptakan program yang bermanfaat. Kodim akan selalu siap mendampingi,” tegasnya.
Pelaksanaan tugas SPPI akan menyesuaikan dengan kesiapan dapur logistik di masing-masing wilayah. Jika dapur belum beroperasi penuh, peserta akan menjalani sistem magang secara bergiliran.
“Mereka menyusun jadwal masing-masing dan akan magang bergantian di dapur yang sudah ada,” jelasnya.
Letkol Hamid juga menekankan pentingnya peran SPPI sebagai representasi anak daerah dari Batam, Bintan, Lingga, dan Tanjungpinang yang terpilih untuk melaksanakan pemetaan potensi dan permasalahan di wilayah penugasan, membangun sinergi dengan Babinsa dan pemerintah desa, serta menjalankan program sederhana yang berdampak langsung bagi masyarakat.

