“LIMPAPEH ini kita jadikan sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi. Kita ingin perempuan Minangkabau tidak hanya berkumpul, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Martias.

Menurutnya, masyarakat Minangkabau di perantauan menghadapi tantangan untuk mempertahankan identitas budaya di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Karena itu, pelestarian budaya perlu dilakukan dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dengan melibatkan generasi muda.

Menjaga Nilai Budaya di Tengah Perubahan Zaman

LIMPAPEH memandang pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang terkandung dalam adat Minangkabau harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Salah satu nilai yang terus dijaga adalah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), yang menjadi landasan penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Nilai tersebut tidak hanya berkaitan dengan adat dan agama, tetapi juga tercermin melalui sikap saling menghormati, sopan santun, kepedulian terhadap sesama, gotong royong, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.